Iklan

Administrator
22 Oktober 2019, 08.58 WIB
Last Updated 2020-11-04T05:40:59Z
Berita UtamaHari Santri

Selamat #HariSantri2019 Jadi Trending Topic

Baca Juga


JAKARTA - Warganet memberikan respons terhadap Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada hari ini, Selasa (22/10/2019). Berbagai tanggapan diungkapkan berbagai tokoh maupun warganet lainnya.

Berikut sejumlah rangkuman atas sejumlah pandangan warganet terhadap HSN ini.

Abdullah Gymnastiar @aagym

Santri adalah pribadi tulus dan tawadhu yang tak mengenal lelah dan henti untuk belajar dan berlatih, hingga menjadi cahaya dan bukti indahnya Islam Rahmatan Lil ‘alamiiin.
#HariSantri2019

Hidayat Nur Wahid @hnurwahid

Selamat memperingati Hari Santri Nasional kepada seluruh santri dan pesantren di Indonesia. Berikut ini adalah foto ketika mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor, tempat saya dulu menyantri. #HariSantri2019 #PKSbersamaSantri

RE @robikinemhas

Sekali lagi, santri adalah setiap muslim yg berakhlak mulia dan hormat kepada kiai. Muslim yg perangainya buruk bukan santri. Tidak termasuk santri kalau tidak hormat terhadap kiai. Selamat #HariSantri2019. Santri unggul Indonesia makmur.

Fifi Lailatul M @ffh_lm

"Santri bukan hanya yang mondok saja, siapapun yang berakhlak seperti santri dialah santri." - KH Mustofa Bisri #selamatharisantri #selamatharisantrinasional #harisantri2019

Hari ini menjadi momentum dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN), pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini, ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Meskipun istilah santri pada awalnya merujuk pada para pembaca kitab suci Hindu atau Budha, namun pada perjalanannya istilah santri justru lebih identik dengan para penuntut ilmu agama dalam Islam. Sehingga, kata santri ini lebih tepat disejajarkan dengan istilah 'Thalibul Ilmi' atau 'Murid' atau 'Salik' dalam bahasa Arab.

Sementara tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasjim Asy'ari pada 22 Oktober 1945.

Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan. sindonewscom