Iklan

Administrator
18 April 2020, 07.25 WIB
Last Updated 2020-11-04T05:40:41Z
HeadlineHeadlinesPeristiwaRamadhan

Belenggu Corona COVID-19 Menutup Masjid Al Aqsa Ramadan 2020

Baca Juga


Yerussalem - Umumnya Ramadan menarik puluhan ribu Muslim setiap hari ke Masjid Al Aqsa dan Dome of the Rock yang berdekatan untuk salat malam yang dikenal sebagai tarawih. Tapi, sepertinya hal itu tak akan terjadi tahun ini.

Langkah pencegahan agar Virus Corona COVID-19 tak meluas, jadi alasan atas ketiadaan aktivitas umat Muslim di Masjid Al Aqsa pada Ramadan 2020.

Jerusalem Islamic Waqf, membuat keputusan untuk menutup situs suci bagi para jamaah Muslim selama bulan suci Ramadan yang tengah dalam belenggu Virus Corona COVID-19.

"Kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem akan ditutup untuk jamaah Muslim selama bulan suci puasa Ramadan karena pandemi Virus Corona baru," kata ulama Muslim di situs tersuci ketiga Islam seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (18/4/2020).

Jerusalem Islamic Waqf, dewan yang ditunjuk Yordania untuk mengawasi situs-situs Islam di kompleks suci Al Aqsa, menyebut keputusan itu "menyakitkan".

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Kamis (16 Apirl), dewan mengatakan langkah itu "sejalan dengan fatwa hukum (pendapat ulama) dan nasihat medis".

"Muslim harus melakukan salat di rumah selama bulan Ramadan, untuk menjaga keselamatan mereka", kata dewan itu.

Kendati demikian, panggilan salat untuk Muslim masih akan berlangsung lima kali sehari di lokasi selama bulan Ramadan, dan pekerja sektor religius masih akan diizinkan masuk, tambah pernyataan itu.

Sebelumnya, Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem sepenuhnya ditutup untuk umum mulai Senin 23 Maret. Demikian otoritas yang mengelola situs-situs suci Muslim di kota itu mengumumkan.

Langkah langka ini dilakukan untuk memerangi penyebaran Virus Corona baru.

"Ini adalah pertama kalinya sejak 1967, situs tersuci ketiga Islam akan ditutup untuk jemaah karena arahan dari Waqf, yayasan Muslim yang mengelola kompleks," kata Direktur Masjid Al-Aqsa, Sheikh Omar al-Kisswani kepada AFP yang dikutip Senin (23/3/2020).

Israel, yang mengontrol pintu masuk ke kompleks itu, sebelumnya telah memblokir akses ke situs titik kumpul utama, yang merupakan fokus aspirasi Palestina untuk kenegaraan.

Menurut pernyataan dari Waqf pada Minggu 22 Maret 2020, jemaah tidak akan dapat mengunjungi situs sementara, "sebagai tanggapan atas rekomendasi agama dan medis."

Sebelumnya, beberapa ratus orang menghadiri salat pada hari Jumat, setelah masjid itu sendiri ditutup oleh Waqf sebagai tanggapan atas pandemi Virus Corona COVID-19. Jumlahnya mengalami penurunan tajam dari 30.000 orang yang biasanya hadir, karena langkah-langkah pencegahan terus dilakukan.

"Hanya karyawan masjid yang akan dapat terus beribadah di bagian luar masjid," demikian pernyataan hari Minggu menambahkan.

Yordania adalah penjaga kompleks itu, yang dikenal oleh umat Islam sebagai Haram al-Sharif, atau Tempat Suci, dan Temple Mount oleh orang-orang Yahudi, yang meliputi masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock. By Liputan6com